Senin, 19 Mei 2014

Notulensi Indonesia lawak Klub

NoTulensi Indonesia Lawak Klub(ILK)


Indonesia Lawak Klub (disingkat ILK) adalah sebuah program lawak yang disiarkan oleh Trans7. Acara ini merupakan parodi dari Indonesia Lawyers Club yang disiarkan di tvOne. Konsep acara ini adalah mempertemukan para pelawak di Indonesia dan bergabung dalam satu forum diskusi dan membahas sebuah topik yang tengah menjadi isu terkini. Orang-orang yang biasanya melawak itu berkolaborasi membicarakan suatu masalah dan berusaha untuk memberikan solusi dengan versi yang menghibur. Dibawah ini adalah beberapa kutipan dari notulensi IKL, Selamat Menikmati !


Yang aman naik apa ?
“Hidup itu Cuma perjalanan panjang menuju pulang. Dari debu kembali ke debu, tapi harus dengan cara yang bahagia. Menikmati hidup tanpa menyesalinya, karenanya  sarana dan pra sarana transportasi dibuat untuk memudahkan insan bukan untuk mencelakakan, apalagi untuk membuat kematian”


Dunia Calo
selama tidak ada kepastian dalam standar yang jelas dalam pelayanan di sektor publik. Selama rimba demokrasi berprinsip kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah. Selama masyarakat bermental suka trabas, lebih memilih jalan pintas dari pada jalan pintar. Calo akan merajalela”


Infotainment, Kualitas atau Popularitas
“kalau ingin mencela tayangan, jangan ditonton. Matikan saja televisinya biar tayangan itu mati dengan sendirinya. Supaya orang televisi lebih cerdas”


Investasi Untung Atau Buntung
“Uang bisa jadi buah dari kejahatan dan seringkali sumber dari kejahatan itu sendiri. Hidup adalah pilihan hadapi dengan gagah. Ketika uang jadi ukuran kemenangan, maka uang jugalah ukuaran dari kekalahan”


Fasilitas mewah pejabat
“bila kursi itu diminta kembali jangan lupa berdiri tanpa pernah mengaku rugi. Karena memang bukan milik sendiri”


Janji Manis Pemilu
memilihlah dengan benar, pakai hati nurani jangan  mau dijual. Dan buat yang terpilih jangan amnesia janji kalau diberi amanat jangan hianat”


Mars Vs Venus
“ayahmu memang tak mengandungmu. tapi darahnya mengalir didarahmu. Namanya melekat dinamamu. ayahmu memang tak menjagamu setiap saat. tapi tahukah kamu disetiap doanya selalu ada namamu disebutnya. Tangisan ayahmu memang tak pernah kau dengar, dia ingin terlihat kuat agar kamu tak ragu berlindung dilengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman.pelukan ayahmu memang tak seerat dan sehangat pelukan ibumu. Karena kecintaannya dia takut tak sanggup melepasmu. Dia ingin kamu madiri ketika merekan telah tiada kamu mampu menghadapi semua sendiri. Ketahuilah cinta ayahmu kepadamu sama dengan kecintaan ibumu kepadamu. Jadi didirinya terdapat surga bagimu maka hormati dan sayangi ayahmu”


Perlukah UN ?
“anak bukanlah batu bata yang diukur, dibandingkan, distandarisasikan sama rata. Karena oleh sang pencipta mereka masing-masing diberikan keistimewaan. Mereka hidup dizaman kreatif yang menuntut ekspresi keunikan potensi bukan diera industri yang menuntut efesiensi standarisasi semata”


Problematika Pendidikan

“anak bukan miniatur orang dewasa. Pendidikan bukan untuk mengarbit, menjerat, apalagi memenjarakan. Pendidikan itu membebaskan dan memerdekakan”

Terima Kasih atas Kunjungannya !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar